silent reader(s)

Selalu Dikecewakan

0 balasan ikhlas


assalamualaikum dan salam berserta kehambaran kepada sapa-sapa yang laju ja baca entri bertajuk 'Jangan Seronok Sangat Bila Check In' . seriously pageview untuk entri tu buat saya terkejut . betul kan saya jika saya salah , mata dan perhatian kita cepat dirangsang dengan sesuatu yang berkaitan seks . kalau orang yang suci pendengaran dia , yakni belum tahu kaitan seks dan istilah check in , ini pendedahan kepada anda.hoho. sekarang orang dah tak tanya secara langsung , orang mention check in saja , kau kena faham sendiri lah apa maksud soalan dia . makin hari makin ringkas .

untuk saya pula , perhatian saya dah lama beralih arah. sebagai manusia normal , perihal seks sesuatu yang kita ingin terokai tapi itu tak bermaksud perjalanan otak kau tertumpu situ saja . dalam dunia ni , ada banyak benda menarik selain melayan perihal seks . sampaikan seorang penulis harus letakkan tajuk yang ghairah untuk buat para pembaca ada minat membaca hoho. tapi as long as sesuai , its okay. macam tajuk yang saya letak semalam tu hoho. saya tak terkejut kalau ada antara pembaca berharap isi entri tu ada unsur kelucahan hoho.

beralih pula pada media massa sekarang yang tanpa segan silu memaparkan video-video jenayah yang kurang sopan ,hal perbicaraan pesalah nak dikongsikan umum , tak kisah lah itu sebagai pengajaran kepada orang awam tapi kenapa suntingan bukti pun nak dihebahkan di kaca televisyen,padahal ia hanya mustahak untuk sesi penghakiman ? sejahat mana pun seseorang makhluk Tuhan , tiada satu manusia pun berhak memalukan dia .oh mungkin itu dapat tinggikan ranking penonton setia yang dahagakan sesuatu bahan tontonan.

setiap hari kita disogok benda-benda yang negatif . dari media elektronik hingga ke media cetak .masyarakat semacam ada bonding yang akrab dengan benda-benda yang negatif .kita begitu tertarik dengan headline negatif , " Bomoh Perkosa Janda Sebagai Pengeras " , yeayy kita pun beli akhbar harian tu. " Pasangan Artis Bercakaran Sebab Air Berkarbonat" , kita pun klik , klik , berjuta iklan pop up baru keluar cerita sebenar.sampaikan promosi produk pun perlu publisiti negatif ? dan kita semua pun gelak berdekah , tak sedar-sedar diri diperbodoh atau rela.

pihak syarikat , pihak media , tak ada masa untuk fikirkan pendedahan benda-benda negatif akan merosakkan pemikiran rakyat dalam jangka masa panjang , apa yang penting , keuntungan .mereka tak boleh disalahkan kerana itu satu bentuk pengiklanan dan strategi pemasaran . lagi pula, keuntungan kan menghalalkan segala macam cara hoho.

yang paling mengecewakan antara golongan diatas , para penulis yang sengaja letak tajuk post yang berunsur negatif walaupun dalam isi post langsung tiada perihal berkenaannya . memang la gimik tapi biarlah berpada dan mengena .perkara itu boleh didakwa dibawah kanun keseksaan menipu dengan niat dan boleh dikenakan hukuman gantung sampai cirit .

Rasa Nak Tegur Tapi Biarlah

0 balasan ikhlas


Assalamualaikum pada yang masih bernyawa saat ini alhamdulillah. salam berserta sapaan pada hati-hati yang sedang berjimba-jimbi .hoho.untung lah masih rasa nikmat bersuka ria pada hari orang lain bekerja. sebenar entri ini keluar semalam tadi tapi ada hal jadinya terbantut hoho. saya kira semua pernah berada dalam situasi serba salah. lebih spesifik, nak tegur kesalahan orang lain , nak tegur kang dilabel poyo memandai , tak tegur kang si pelaku berterusan menulis sesuatu yang formal dengan cara itu .

Kita tak boleh salahkan mereka (si pelaku) sepenuhnya sebab masyarakat kita memang sedia terdidik dengan sikap melenting bila ditegur kesalahan. sadly, im one of them. niat tu memang akar segala perlakuan. kalau niat kita nak humiliate si pelaku , memang akan malu lah dia kan. nak tegur kesalahan orang bukan sesuatu yang kacang okay(tatabahasa saya pun kelaut). kalau kau rasa kacang, sahih kau seorang yang tak aware perasaan orang lain. antara benda biasa  :

Bahasa Melayu

di + per = betul. di+per+kan = bunyi sedap tapi sebenarnya salah. well, stesen tv pun guna untuk sedapkan ayat. kesalahan yang viral takkan menjadi suatu kesalahan melainkan hang pelajar spm atau calon apa-apa kertas peperiksaaan Bahasa Melayu. satu lagi , diperolehi sebenarnya adalah diperoleh.

kata penguat : sangat tinggi sekali (salah) , sangat tinggi (betul) , penggunaan kata " sangat " tak boleh bercampur "sekali" ataupun "amat" , sebab semuanya membawa maksud yang sama.

tunding jari = sedap bunyi tapi salah
tuding jari = tak sedap bunyi tapi betul


Bahasa Inggeris

“I’m using the red colour one”
“I need a green colour pen”

It is common to hear these kind of sentences in Malaysia, especially in an office or possibly a clothing store.

Many Malaysians (especially Chinese) add the word colour after the name of the colour, as shown in the sentences above. this does not sound natural in English.

I am fairly certain that this mistake comes from a literal translation of the Chinese. in Chinese, the words for colours are two-character compound nouns. the first character is the name of the colour. the second character is 色 (sè), the Chinese character for ‘colour’.

thus, we have:

红色 (hóng sè) – red
蓝色 (lán sè) – blue
黄色 (huáng sè) – yellow

All these words have the character色 (sè) after the name for the colour, so a literal translation would be ‘red colour’, ‘blue colour’ or ‘yellow colour’. however, you cannot always translate literally from one language to another. this is one of the most important things in language learning – learning the differences between your own language and the language you are learning, and when to translate literally.

Generally, when you describe something in Chinese as being a certain colour, you use the two-character compound. so, the title of this post in Chinese would be “你可不可以把蓝色的书给我?” (nǐ kě bù kěyǐ bǎ lán sè de shū gěi wǒ?) the word used for “blue” is the compound ‘lán sè’, with the word for ‘colour’ on the end the way it is done in Chinese. there are exceptions to this rule, such as 红葡萄酒 (hóng pútáo jiǔ) meaning ‘red wine’, but in most cases the two-character compound with ‘sè’ is used

However, this is not the way that it is done in English. it sounds unnatural and strange to hear someone talk about a ‘blue colour dress’ or a ‘red colour toothbrush’. the colour names in English function as adjectives the way they are, without any need to add the word ‘colour’ as is done in Chinese. so the correct way to write the three sentences is as follows:

“Can you pass me the blue book?”
“I’m using the red one.”
“I need a green pen.”

If you are writing a description of something (e.g. for a novel), then you may use the expression “green in colour” or “red in colour” to be descriptive. for example:

“her faded dress was red in colour and it looked too big for her”.

However, this is not generally done in speaking, so avoid using expressions like these in spoken English. it is possible to use ‘gold coloured‘ or ‘silver coloured‘ to mean something which has the colour of gold or silver, but is not made of the metal gold or silver. For example, a gold-coloured necklace looks like a gold necklace but is not made of the precious metal gold.

To sum up: we do not add the word ‘colour’ after colour names in English. therefore, you talk about “a blue dress”, NOT a “blue colour dress”.

next , freak similar to wierd. but when you put the word in a sentence , " freaking awesome ".dalam ayat tu, freaking berubah fungsi menjadi kata penguat ,bukan lagi membawa maksud asalnya. 

last but not the least , pretty similar to beautiful which is adjective . but when the word in a sentence , " she is pretty messy ". dalam ayat itu, the word pretty become adverd ,jadinya tak lagi membawa makna asalnya.

Semakin kita belajar , semakin bertambah pengetahuan , semakin kita sedar kesalahan  , macam tu jugak lah dalam dunia penulisan .menegur biar dengan cara yang berhemah . umpama menarik rambut dalam tepung , tepung tak berselerak , rambut tak putus. dolphin pun tak pupus. last words , open up your eyes , every letter counts in becoming a good writer hoho.
 

Copyright All Rights Reserved A Gentleman To Be